Surabaya, Ditjen Diksi PKPLK – Puluhan peserta didik Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Budi Utama mengikuti Program Sekolah Aliran Sungai dengan menyusuri Sungai Surabaya dari dermaga PKBM Budi Utama menuju Terminal Joyoboyo dan kembali lagi, Sabtu (13/6) lalu. Kegiatan pembelajaran berbasis lingkungan ini diikuti peserta didik jenjang Kejar Paket A, B, dan C bersama orang tua serta mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Melalui pengalaman belajar langsung di atas sungai, peserta tidak hanya mempelajari fungsi sungai sebagai penopang kehidupan dan mengenal ekosistem perairan, tetapi juga menghubungkan materi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan kondisi nyata di lapangan. Program ini menjadi inovasi PKBM Budi Utama dalam menghadirkan pembelajaran kontekstual yang menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan sejak dini.
Berbeda dengan pembelajaran konvensional di dalam kelas, Program Sekolah Aliran Sungai memanfaatkan sungai sebagai laboratorium alam. Selama perjalanan, peserta diajak mengamati kondisi lingkungan, memahami peran sungai dalam kehidupan masyarakat, sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menjaga kebersihan dan kelestarian ekosistem. Pendekatan ini diharapkan mampu membuat materi pembelajaran lebih mudah dipahami karena peserta didik memperoleh pengalaman nyata yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua PKBM Budi Utama, Imam Rochani, mengatakan bahwa Program Sekolah Aliran Sungai dikembangkan untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual sekaligus menumbuhkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan sejak dini. Menurutnya, memahami pentingnya sungai tidak cukup hanya melalui buku pelajaran, tetapi perlu dibangun melalui pengalaman langsung agar menjadi bagian dari karakter peserta didik.

"Banyak pembelajaran dan wawasan yang bisa didapat melalui susur sungai agar mengetahui sejauh mana pentingnya sungai bagi kehidupan manusia. Di sinilah materi IPA maupun IPS dapat dipelajari secara nyata,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa Program Sekolah Aliran Sungai akan terus dikembangkan dengan mengintegrasikan berbagai mata pelajaran ke dalam aktivitas lapangan. Ke depan, peserta didik akan belajar menghitung volume sampah sebagai bagian dari pembelajaran Matematika, mengamati ekosistem sungai pada mata pelajaran Biologi, hingga menjadikannya sebagai bagian dari muatan lokal sekolah.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya memahami teori, tetapi juga melihat langsung kondisi sungai sehingga tumbuh kesadaran bahwa menjaga sungai adalah tanggung jawab bersama. Ketika pembelajaran dikaitkan dengan pengalaman nyata, nilai-nilai itu akan lebih mudah diingat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," ujar Imam.

PKBM Budi Utama juga tengah menyiapkan perahu dan dermaga khusus sebagai sarana edukasi bagi sekolah-sekolah lain di sepanjang bantaran Sungai Surabaya. Para guru nantinya akan mendapatkan pelatihan agar metode pembelajaran berbasis lingkungan tersebut dapat direplikasi secara lebih luas sekaligus mendukung Program Kali Bersih (Primasih).
Lebih jauh, Imam berharap, pengalaman belajar di sungai dapat membekas dalam ingatan peserta didik hingga dewasa. Menurutnya, pengalaman tersebut akan menjadi bekal penting ketika mereka kelak menjadi bagian dari para pengambil kebijakan.
"Harapan kami, ketika mereka dewasa dan menjadi bagian dari pemutus kebijakan, mereka masih mengingat kondisi sungai yang pernah mereka pelajari. Sungai adalah pusat peradaban kehidupan manusia," katanya.
Program tersebut juga memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Unesa yang ikut mendampingi kegiatan. Marsha, mahasiswa Program Studi Pendidikan Luar Sekolah, menilai pembelajaran berbasis pengalaman membuat materi lingkungan lebih mudah dipahami dan diingat dibandingkan pembelajaran di dalam kelas.
"Saya baru mengetahui kondisi riil Sungai Surabaya setelah mengikuti kegiatan ini. Pengalaman ini memberi gambaran bagaimana pendidikan berbasis lingkungan dapat diterapkan dan menjadi inspirasi untuk mengembangkan pendidikan luar sekolah di masa depan," ujarnya.

Melalui Program Sekolah Aliran Sungai, PKBM Budi Utama menunjukkan bahwa pendidikan kesetaraan mampu menghadirkan inovasi pembelajaran yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Bagi PKBM Budi Utama, sungai bukan sekadar bentang alam yang harus dijaga, melainkan ruang belajar yang menanamkan pengetahuan, karakter, serta kepedulian lingkungan kepada generasi masa depan. (Esha/NA/AS)