Satuan Pendidikan Nonformal di Tangerang Raya Turut Rasakan Dampak Revitalisasi
Tangerang Selatan, 14 Januari 2026 – Komitmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam menghadirkan kesetaraan fasilitas pendidikan kini dirasakan langsung oleh warga belajar di Tangerang Raya. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, meresmikan program revitalisasi satuan pendidikan guna mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Peresmian ini diikuti 100 sekolah di Tangerang Raya dan Serang yang telah menyelesaikan 100% revitalisasi, mencakup berbagai jenjang mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, hingga Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF).
Dalam peresmian yang terlaksana di SD Ruhama Labshool UHAMKA, Cirendue, Kota Tangerang Selatan, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menekankan bahwa perbaikan fisik hanyalah langkah awal dari transformasi pendidikan yang lebih besar.

"Revitalisasi bangunan sekolah memang krusial untuk menciptakan kenyamanan belajar, namun untuk memajukan pendidikan di Indonesia secara hakiki, revitalisasi bangunan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas guru sebagai ujung tombak pembelajaran, serta terciptanya budaya sekolah yang positif. Kita tidak hanya membangun gedung yang megah, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan melalui gerakan seperti '7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat'," tutur Abdul Mu’ti.
Fokus pada Mutu Layanan Pendidikan Nonformal Direktur Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal, Baharudin, memberikan perhatian khusus pada seluruh SPNF penerima manfaat. Ia berharap revitalisasi ini menjadi momentum bagi lembaga nonformal untuk lebih baik.

"Kami berpesan kepada seluruh Satuan Pendidikan Nonformal yang menerima revitalisasi agar dimanfaatkan dengan sebaik mungkin untuk peningkatan mutu layanan masing-masing, baik dari sisi pembelajaran maupun tata kelola," ujar Baharudin.
Dampak Nyata bagi Warga Belajar Kegembiraan terpancar dari para pengelola PKBM yang kini memiliki fasilitas jauh lebih layak. Kepala PKBM Melati Tigaraksa, Muhammad Ardani, menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah. "Alhamdulillah, atas bantuan revitalisasi ini, PKBM menjadi tempat pembelajaran yang aman dan nyaman bagi warga belajar," ungkapnya.
Hal senada disampaikan oleh Kepala PKBM Tan Malaka, Ferry Wardhana. Ia merinci bahwa perbaikan mencakup 3 ruang kelas, 1 ruang keterampilan, serta 1 ruang toilet. "Dampaknya membuat para tenaga pengajar dan warga belajar jauh lebih nyaman untuk proses pembelajaran," pungkas Ferry. (Penulis/Editor: Robby A.)
