SKB dan PKBM di Cianjur Kian Berdaya Lewat Program Revitalisasi
Cianjur, 1 Februari 2026 — Lingkungan belajar yang sehat dan nyaman tidak hanya dibutuhkan di sekolah formal, tetapi juga menjadi kebutuhan penting bagi Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) seperti Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Di Kabupaten Cianjur, upaya peningkatan kualitas lingkungan belajar tersebut diwujudkan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Program revitalisasi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan riil satuan pendidikan, termasuk SKB dan PKBM. Melalui peningkatan fasilitas dasar dan ruang belajar, satuan pendidikan nonformal diharapkan mampu memberikan layanan pembelajaran yang lebih nyaman bagi warga belajar, pamong belajar, tutor, serta tenaga kependidikan.
Hasil revitalisasi sejumlah satuan pendidikan di Cianjur telah diresmikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, di Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (31/1). Dalam kesempatan tersebut, Mendikdasmen menegaskan bahwa revitalisasi tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga pada dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.
“Sehingga tidak hanya sekolahnya yang kami bangun, tetapi ekonominya juga terdampak dari kegiatan revitalisasi ini,” tegas Mendikdasmen.

Di Kabupaten Cianjur, sebanyak 83 satuan pendidikan dari berbagai jenjang telah menerima manfaat program revitalisasi, meliputi 4 PAUD, 26 SD, 25 SMP, 12 SMA, 12 SMK, 2 SLB, 1 SKB, dan 1 PKBM.
Di tingkat satuan pendidikan nonformal, manfaat revitalisasi dirasakan secara nyata. Sumaryono, Kepala SKB Kabupaten Cianjur, menyampaikan bahwa peningkatan sarana dan prasarana sangat mendukung proses pembelajaran.
“Dengan adanya program ini semua pendukung pembelajaran sangat terlayani sehingga dapat mewujudkan pembelajaran yang nyaman, aman dan menggembirakan,” ujar Sumaryono.
Hal serupa disampaikan Heri Kusyanto, Kepala PKBM Insan Mahardika. Ia menuturkan bahwa revitalisasi membawa perubahan signifikan terhadap pemanfaatan ruang pembelajaran keterampilan.
“Alhamdullilah sangat bermanfaat buat kami yang tadinya ruang keterampilan kami sangat kurang bermanfaat dan sekarang dimanfaatkan secara optimal,” ungkap Heri Kusyanto.

Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menyampaikan apresiasinya atas perhatian pemerintah pusat terhadap pendidikan di daerah, termasuk pendidikan nonformal yang melayani masyarakat secara luas.
“Kami meyakini pendidikan adalah kunci untuk mewujudkan daerah yang berdaya saing dan sejahtera. Semuanya dimulai dari komitmen membangun sumber daya manusia melalui pendidikan. Kami berharap inovasi akan terus lahir dan generasi muda tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bermanfaat untuk masyarakat luas,” ucap Wahyu Ferdian.
Melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, Kemendikdasmen terus memastikan bahwa SKB dan PKBM tidak hanya berdiri secara fisik, tetapi benar-benar menjadi ruang tumbuh yang aman, nyaman, dan bermakna bagi masyarakat, dalam mendukung pembelajaran sepanjang hayat dan pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan. (Penulis: Nauffal, Editor: Robby A.)