Ruang Kelas Lebih Nyaman dan Smart Class, Revitalisasi Perkuat PKBM Mentari Kayaarta
Klaten, Ditjen Diksi PKPLK – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto terus memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas sarana dan layanan pendidikan. Salah satu satuan pendidikan yang merasakan manfaat program yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tersebut adalah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Mentari Kayaarta di Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Melalui program revitalisasi, fasilitas belajar di PKBM Mentari Kayaarta mengalami peningkatan signifikan sehingga menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak dan nyaman bagi warga belajar. Sejumlah ruang kelas direhabilitasi, fasilitas sanitasi diperbaiki, serta ruang praktik ditata ulang. Selain itu, dilakukan pula peningkatan instalasi listrik dan jaringan air, termasuk perbaikan plafon serta pengecatan ruang belajar agar lingkungan pembelajaran menjadi lebih tertata dan mendukung proses belajar yang kondusif.
Pendiri PKBM Mentari Kayaarta, Guruh Suasana Eddy, menjelaskan bahwa lembaga tersebut bermula dari inisiatif sederhana untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya pada 2012.
“Awal saya mendirikan PKBM ini di tahun 2012 hanya untuk kebutuhan pendidikan anak. Saya awali dengan daycare, kelompok bermain, terus TK dan Paket A, Paket B dan Paket C dan berkembang menjadi PKBM seperti sekarang,” ujarnya.
Saat ini PKBM Mentari Kayaarta melayani sekitar 340 warga belajar yang terbagi dalam 20 rombongan belajar. Model pembelajaran yang diterapkan memadukan tatap muka dan pembelajaran daring untuk menyesuaikan kebutuhan warga belajar yang sebagian berasal dari luar daerah.
Revitalisasi juga mendorong penguatan digitalisasi pembelajaran di PKBM tersebut. PKBM Mentari Kayaarta kemudian memperkuat konsep smart class, di mana setiap ruang kelas dilengkapi dengan sistem pemantauan dan fasilitas digital yang mendukung pembelajaran.
“Setelah mendapat program revitalisasi, kami mengembangkan sistem kelistrikan digital yang bisa dipantau dari handphone. Laporan perkembangan anak juga langsung diterima orang tua setiap hari melalui aplikasi atau WhatsApp,” jelas Guruh.

Selain itu, lembaga ini juga menerapkan berbagai sistem digital, seperti presensi online, laporan belajar digital, pembayaran cashless, serta administrasi paperless berbasis aplikasi.
PKBM Mentari Kayaarta juga dikenal sebagai salah satu pelopor pemanfaatan teknologi dalam pendidikan nonformal. Pembelajaran koding telah diterapkan sejak sekitar enam tahun lalu bahkan mulai dari kelas awal. Di samping itu, PKBM ini juga mengembangkan program tahfidz serta berbagai pelatihan keterampilan masyarakat, seperti kursus menjahit dan barista.
Untuk mendukung pembelajaran digital, PKBM Mentari Kayaarta menjalin kerja sama dengan perusahaan teknologi global, seperti Google dan Microsoft. Platform Google Classroom dimanfaatkan untuk pembelajaran daring, sementara sistem administrasi sekolah menggunakan layanan digital berbasis Microsoft.
Inovasi tersebut menjadikan PKBM Mentari Kayaarta sebagai salah satu rujukan pengelolaan PKBM berbasis teknologi. Sejumlah pemerintah daerah dan pengelola PKBM dari berbagai wilayah datang untuk mempelajari praktik pengelolaan pendidikan berbasis digital yang diterapkan di lembaga tersebut.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pendidikan nonformal dapat menghadirkan layanan pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan, pemerintah terus berupaya memastikan semakin banyak satuan pendidikan memiliki sarana yang layak dan mampu menghadirkan pembelajaran berkualitas bagi masyarakat. (Esha/NA/AS)