Ruang Kelas Baru, Semangat Baru Warga Belajar SKB dari Pulau Rote
Rote Ndao, Ditjen Diksi PKPLK – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dijalankan pemerintah untuk pemerataan layanan pendidikan juga telah menunjukkan dampak nyata di wilayah terluar Indonesia. Di Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur, revitalisasi SKB Rote Ndao menghadirkan fasilitas belajar baru yang meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat peran lembaga sebagai pusat pendidikan masyarakat.
Sebagai wilayah kepulauan terluar Indonesia, Rote Ndao menghadapi tantangan akses pendidikan dan keterbatasan sarana pembelajaran. Kehadiran program revitalisasi menjadi langkah strategis dalam memastikan masyarakat tetap memperoleh layanan pendidikan yang layak dan berkualitas.
Kepala SKB Rote Ndao, Fadlun Sururiyadi, mengungkapkan bahwa perubahan yang terjadi setelah revitalisasi sangat signifikan.
“Kami tak pernah merasa yakin bahwa SKB Rote Ndao akan berubah seperti saat ini. Program revitalisasi benar-benar mengubah wajah SKB hingga 180 derajat,” ujarnya.
Menurut Fadlun, revitalisasi memperkuat eksistensi SKB sebagai garda terdepan pendidikan alternatif bagi masyarakat yang tidak terlayani jalur formal. Perubahan fasilitas fisik juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga.
Dampak nyata lainnya adalah meningkatnya minat masyarakat untuk terlibat sebagai tenaga pendidik.
“Sebelum revitalisasi hampir tidak ada yang menawarkan diri menjadi pendidik. Sekarang banyak pelamar yang ingin bergabung,” jelasnya.
Ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai turut mendorong penguatan tata kelola ketenagaan. Sejak awal 2026, SKB Rote Ndao telah mengangkat tenaga pendidik tetap serta tenaga lapangan untuk memastikan program pembelajaran berjalan optimal dan berkelanjutan.

Revitalisasi juga menghadirkan enam ruang kelas baru lengkap dengan perabot, yang secara langsung meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Kini seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga Paket C, memiliki ruang belajar masing-masing sehingga kegiatan pembelajaran berlangsung lebih tertib dan terorganisir.
“Peserta didik kini belajar dengan nyaman sesuai jenjangnya. Mereka bisa hadir bersamaan dan menempati ruang kelas masing-masing,” kata Fadlun.
Kenyamanan lingkungan belajar tersebut turut meningkatkan motivasi warga belajar serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan pendidikan nonformal di daerahnya.
Revitalisasi SKB Rote Ndao tidak hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga menghidupkan kembali semangat belajar masyarakat, memperkuat kapasitas kelembagaan, serta membuka peluang peningkatan keterampilan dan kemandirian warga di wilayah kepulauan terluar sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan nasional. (Esha/NA/AS)