Perkuat Akses Pendidikan Nonformal dan Informal, Mendikdasmen Letakkan Batu Pertama Revitalisasi SKB Balikpapan Tengah
Balikpapan, 5 Juni 2026 – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Balikpapan Tengah resmi dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Republik Indonesia dalam upaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, termasuk pada satuan pendidikan nonformal yang berperan penting dalam perluasan akses belajar masyarakat.
Revitalisasi SKB Balikpapan Tengah menjadi wujud komitmen pemerintah dalam memperkuat layanan pendidikan nonformal yang inklusif, berkualitas, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Sebagai salah satu pusat kegiatan pendidikan masyarakat, SKB memiliki peran strategis dalam menyelenggarakan berbagai program pendidikan kesetaraan, pendidikan kecakapan hidup, pelatihan keterampilan, pemberdayaan masyarakat, serta layanan pembelajaran sepanjang hayat.
Program ini sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Pendidikan Nonformal dan Informal yang terus mendorong peningkatan mutu layanan pendidikan nonformal melalui penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas sarana dan prasarana, serta pengembangan program yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Melalui revitalisasi ini, SKB Balikpapan Tengah akan mendapatkan peningkatan fasilitas yang diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, modern, dan mendukung pelaksanaan berbagai program pendidikan nonformal secara optimal. Kehadiran sarana yang lebih representatif juga diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan pembelajaran dan pelatihan keterampilan yang diselenggarakan oleh SKB.
“Ini adalah layanan pendidikan nonformal yang dibangun untuk memberikan pendidikan bermutu untuk semua. Pendidikan tidak sekadar sekolah, tapi yang penting adalah belajar dan belajar tidak semuanya harus di sekolah formal tapi juga ada layanan pendidikan nonformal dan informal,” ujar Mendikdasmen.
Pendidikan nonformal memiliki kontribusi yang sangat penting dalam mewujudkan pemerataan pendidikan. Selain memberikan kesempatan belajar bagi masyarakat yang tidak terlayani oleh pendidikan formal, pendidikan nonformal juga berperan dalam peningkatan kompetensi, pengembangan keterampilan kerja, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta penguatan budaya belajar sepanjang hayat.

Peletakan batu pertama ini menjadi tonggak awal transformasi SKB Balikpapan Tengah sebagai pusat pembelajaran masyarakat yang lebih inovatif dan adaptif terhadap tantangan zaman. Dengan dukungan PHTC Presiden Republik Indonesia, revitalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan nonformal sekaligus memperkuat peran SKB sebagai garda terdepan dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul, produktif, dan berdaya saing.
Pemerintah berharap program revitalisasi ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Kota Balikpapan dan menjadi contoh penguatan layanan pendidikan nonformal yang mampu menjawab kebutuhan belajar masyarakat di era modern. (Hms/Na/Rob)