PKBM Prospek Perkuat Kompetensi Tutor melalui Pelatihan AI
Wonosobo, Ditjen Dikmen Diksus – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Prospek, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah terus memperkuat kapasitas pendidiknya agar mampu menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pengembangan bahan ajar kontekstual yang diselenggarakan bekerja sama dengan Program Studi S-1 Pendidikan Luar Sekolah (PLS), Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Kamis (23/7).
Kegiatan yang merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) UNESA ini menjadi ruang peningkatan kompetensi digital bagi para tutor PKBM Prospek. Melalui pelatihan tersebut, tutor dibekali keterampilan memanfaatkan AI untuk menyusun bahan ajar yang lebih menarik, relevan, dan sesuai dengan karakteristik warga belajar pendidikan kesetaraan Program Paket A, Paket B, dan Paket C.
Ketua Tim PKM Unesa, Widya Nusantara, mengatakan bahwa perkembangan teknologi perlu dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas pembelajaran di satuan pendidikan nonformal. Menurutnya, AI dapat menjadi alat bantu bagi tutor dalam menghasilkan materi pembelajaran yang lebih kontekstual tanpa menghilangkan kreativitas dan peran pendidik.
"Melalui kegiatan PKM ini, kami ingin membangun suasana belajar yang tidak berjarak. Teknologi seperti AI sering kali terasa rumit, tetapi jika kita pelajari bersama dalam suasana yang hangat dan saling mendukung, teknologi ini bisa menjadi sahabat terbaik pendidik untuk melahirkan bahan ajar yang relevan dan kontekstual bagi warga belajar di Wonosobo," ujarnya.
Dalam sesi praktik, para tutor diajak mengeksplorasi teknik penyusunan prompt pada berbagai platform AI untuk merancang bahan ajar yang sesuai dengan lingkungan, kearifan lokal, dan kebutuhan nyata warga belajar. Mereka juga memanfaatkan AI untuk membuat media pembelajaran visual, poster edukatif, serta rangkuman materi yang lebih menarik dan mudah dipahami.
Widya menilai pemanfaatan AI akan memberikan dampak nyata apabila digunakan untuk memperkaya proses pembelajaran, bukan menggantikan peran tutor. Karena itu, pelatihan dirancang secara interaktif agar peserta dapat langsung mempraktikkan penggunaan berbagai perangkat AI dalam menyiapkan materi ajar.
"Jika kita pelajari bersama dalam suasana yang hangat dan saling mendukung, teknologi ini bisa menjadi sahabat terbaik pendidik untuk melahirkan bahan ajar yang relevan dan kontekstual bagi warga belajar," tambahnya.
Suasana pelatihan berlangsung dinamis. Diskusi, praktik kelompok, dan berbagi pengalaman antartutor menjadi bagian penting dalam proses belajar. Pendekatan kolaboratif tersebut mendorong peserta lebih percaya diri memanfaatkan teknologi digital sebagai pendukung pembelajaran sehari-hari.

Melalui pelatihan ini, tutor PKBM Prospek tidak hanya memperoleh pengetahuan baru mengenai pemanfaatan AI, tetapi juga meningkatkan kapasitas digital dalam merancang perangkat pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Penguasaan teknologi tersebut diharapkan mampu memperkaya pengalaman belajar warga belajar pendidikan kesetaraan sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang diberikan PKBM.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa transformasi digital di pendidikan nonformal tidak hanya menyentuh aspek teknologi, tetapi juga penguatan kapasitas sumber daya manusia. Melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, PKBM Prospek terus berupaya menghadirkan layanan pendidikan kesetaraan yang inovatif, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat di era digital. (Esha/NA/AS)