Depok, Ditjen Dikmen Diksus – Pendidikan yang berkualitas tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuannya membentuk karakter, mengembangkan keterampilan hidup, serta menumbuhkan kepercayaan diri peserta didik. Berangkat dari semangat tersebut, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Generasi Juara Depok terus menghadirkan berbagai Kelas Pemberdayaan sebagai bagian dari upaya memperkuat peran pendidikan kesetaraan dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Melalui beragam tema yang relevan dengan tantangan masa kini, kelas pemberdayaan dirancang untuk membantu peserta didik mengenali potensi diri, mengembangkan kreativitas, membangun kepedulian sosial, serta memperluas wawasan mengenai peluang pendidikan dan masa depan. Program ini menjadi salah satu wujud komitmen PKBM Generasi Juara dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya memberikan akses belajar, tetapi juga mempersiapkan peserta didik menghadapi kehidupan nyata.

Salah satu kegiatan yang diselenggarakan adalah Kelas Pemberdayaan bertema “Membangun Self Image Positif Pribadi Muslim di Era Digital” yang diselenggarakan beberapa waktu lalu dengan menghadirkan Muhammad Abdurrahman Azzam, inspirator muda dan penggerak generasi. Melalui kegiatan ini, peserta didik diajak mengenali potensi diri, membangun rasa percaya diri, dan memperkuat karakter agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai standar dan penilaian yang berkembang di media sosial.
Selain penguatan karakter, PKBM Generasi Juara juga menghadirkan Kelas Pemberdayaan Paket A melalui kegiatan “Membuat Media Belajar Board Game Misi Pahlawan Sampah” bersama Agnia Azrien Septiani, Founder ARREDUSTUDIO. Melalui pendekatan belajar sambil bermain, peserta didik belajar mengenai pengelolaan sampah, kepedulian lingkungan, sekaligus mengembangkan kreativitas, kemampuan berkomunikasi, dan kerja sama.
Sementara itu, bagi peserta didik Program Paket C, PKBM Generasi Juara menghadirkan Webinar Sharing Alumni bertajuk “Proof It's Possible”. Webinar ini menjadi ruang inspirasi yang menghadirkan alumni yang berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, di antaranya Endah Nursagita di Universitas Terbuka, Maisa Aulia Najwa Kamila di Program Studi Kedokteran Universitas Sebelas Maret, dan Mirza Hurin di Program Studi Psikologi Universitas Negeri Semarang.
Kisah para alumni tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan kesetaraan memiliki peluang yang sama untuk mengantarkan peserta didik meraih pendidikan tinggi dan mewujudkan cita-cita. Kehadiran mereka sekaligus mematahkan stigma yang masih melekat terhadap lulusan Paket C sebagai jalur pendidikan yang terbatas.

Kepala PKBM Generasi Juara, Faadillah Mursid Alansori, mengatakan bahwa kelas pemberdayaan merupakan bagian penting dari pendidikan kesetaraan karena membantu peserta didik mengembangkan potensi diri secara lebih menyeluruh.
"Kami ingin peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, keterampilan hidup, dan kepercayaan diri untuk menghadapi masa depan," ujarnya.
Menurut Faadillah, tema-tema yang diangkat dalam kelas pemberdayaan disusun berdasarkan kebutuhan nyata peserta didik. Melalui penguatan karakter, pembelajaran kreatif, dan kisah inspiratif para alumni, peserta didik didorong untuk lebih percaya diri dalam mengembangkan potensi serta meraih cita-cita mereka.
"Pendidikan kesetaraan harus menjadi ruang tumbuh yang membuka peluang, membangun harapan, dan membantu peserta didik melihat bahwa mereka memiliki kesempatan yang sama untuk sukses," tambahnya.

Melalui rangkaian kelas pemberdayaan tersebut, PKBM Generasi Juara menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada ijazah, tetapi juga pada pembentukan generasi yang berkarakter, kreatif, peduli terhadap lingkungan, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Esha/NA/AS)