PKBM Al Furqon dan Dinas Pendidikan Purbalingga Jemput Bola ATS Lewat Program Sisir Mas
Purbalingga, Ditjen Diksi PKPLK – PKBM Al Furqon bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga belum lama ini melakukan upaya jemput bola untuk mengembalikan anak tidak sekolah (ATS) ke dunia pendidikan melalui Program Sisir Mas (Menyisir Anak Masuk Sekolah) di sejumlah desa di Kecamatan Bobotsari, Purbalingga. Program ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam memperluas akses pendidikan sekaligus menekan angka ATS di wilayah tersebut.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Kepala Seksi Pembinaan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Dwi Anita Setyaningrum, sebagai bagian dari Rencana Aksi Perubahan Kinerja Organisasi dalam Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP). Melalui program tersebut, pemerintah daerah bersama satuan pendidikan nonformal berupaya menjangkau anak-anak usia sekolah yang tidak lagi mengenyam pendidikan agar dapat kembali memperoleh layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhannya.
Melalui Program Sisir Mas, tim yang terdiri atas tutor PKBM Al Furqon dan perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga melakukan kunjungan langsung dari rumah ke rumah (door to door). Pendekatan ini dilakukan untuk memperoleh data yang akurat mengenai kondisi ATS sekaligus membangun komunikasi secara langsung dengan keluarga mereka.
Ketua PKBM Al Furqon, Misbachun Aji Santosa, mengatakan bahwa Program Sisir Mas tidak hanya menjadi sarana pendataan ATS, tetapi juga bentuk nyata kepedulian terhadap anak-anak yang kehilangan akses pendidikan. Menurutnya, pendekatan langsung kepada keluarga memungkinkan PKBM memahami kebutuhan calon warga belajar sekaligus memberikan solusi pendidikan yang sesuai.
“Program ini dapat menjadi salah satu upaya untuk menekan angka anak tidak sekolah di Kabupaten Purbalingga sekaligus membuka kembali kesempatan belajar bagi mereka yang sempat terputus dari pendidikan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan Pendidikan Nonformal, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Dwi Anita Setyaningrum, menjelaskan bahwa Program Sisir Mas merupakan bagian dari upaya memperkuat layanan pendidikan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, khususnya mereka yang belum menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah.
Menurutnya, penuntasan ATS tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah, satuan pendidikan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan keluarga agar setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar.
“Penuntasan Anak Tidak Sekolah merupakan tanggung jawab bersama. Melalui Program Sisir Mas, kami berupaya memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari layanan pendidikan,” katanya.
Upaya tersebut mendapat respons positif dari ATS yang ditemui selama kegiatan berlangsung. Rangga Subekti Rikiyanto, warga Kecamatan Bobotsari yang didatangi tim Sisir Mas, mengaku termotivasi untuk kembali melanjutkan pendidikan setelah memperoleh informasi mengenai program pendidikan kesetaraan.
“Saya siap untuk kembali ke sekolah,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Temi Sahidar yang juga menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan pendidikan setelah mendapatkan penjelasan langsung dari tim mengenai layanan yang tersedia di PKBM Al Furqon.
Penuntasan ATS di Kecamatan Bobotsari Tahun 2026 terus berjalan melalui sinergi dan kolaborasi berbagai pihak. Dukungan pemerintah, satuan pendidikan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta keluarga menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan kembali akses pendidikan bagi masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikannya.
Melalui kolaborasi tersebut, Program Sisir Mas diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan angka partisipasi pendidikan, tetapi juga membuka kesempatan kedua bagi ATS untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik. Ini dikarenakan pendidikan merupakan hak setiap warga negara dan keberhasilannya menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. (Esha/NA/AS)