Lewat Budi Daya Jagung, PKBM Latiiful Khabir Dorong Kemandirian Warga Binaan
Tapin, Ditjen Dikmen Diksus – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Lathiiful Khabir di Rantau Kiwa, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan mendukung perluasan peran pendidikan nonformal melalui program pemberdayaan masyarakat, termasuk bagi warga binaan pemasyarakatan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Rantau dalam pelatihan budi daya tanaman jagung yang dilaksanakan pada Rabu (10/6). Program ini menjadi bagian dari upaya membekali warga binaan dengan keterampilan produktif yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat.

Perwakilan PKBM Lathiiful Khabir, Syahdani Apasha, mengatakan bahwa pendidikan dan pelatihan keterampilan merupakan instrumen penting dalam membangun kemandirian serta meningkatkan peluang ekonomi warga binaan setelah menjalani masa pembinaan.
“PKBM Lathiiful Khabir sangat mendukung program pembinaan yang dilaksanakan Rutan Rantau. Melalui kerja sama ini, kami berharap warga binaan memperoleh pengetahuan praktis di bidang pertanian yang dapat diterapkan secara mandiri ketika kembali ke lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, PKBM Lathiiful Khabir memberikan pendampingan dan pelatihan budidaya jagung secara menyeluruh, mulai dari pengolahan lahan, teknik penanaman, pemeliharaan tanaman, hingga proses panen. Materi yang diberikan dirancang agar mudah dipahami dan dapat dipraktikkan sebagai bekal usaha produktif di masa depan.
Kepala Rutan Kelas IIB Rantau, Renaldi Hutagalung, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan PKBM Lathiiful Khabir dalam memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Menurutnya, kolaborasi dengan lembaga pendidikan nonformal menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pembinaan yang berkelanjutan dan berdampak nyata.
“Pembinaan kemandirian merupakan salah satu fokus utama kami dalam mempersiapkan warga binaan agar memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat. Melalui kerja sama dengan PKBM Lathiiful Khabir, kami berharap warga binaan memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang mampu meningkatkan produktivitas serta kemandirian mereka di masa depan,” kata Renaldi.

Antusiasme peserta terlihat selama pelatihan berlangsung. Salah seorang warga binaan mengaku mendapatkan pengalaman baru yang bermanfaat untuk masa depannya.
“Saya senang bisa mengikuti pelatihan ini. Selain menambah wawasan, saya juga belajar keterampilan yang dapat digunakan untuk bekerja atau berusaha setelah bebas nanti. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” tuturnya.
Melalui kolaborasi antara PKBM Lathiiful Khabir dan Rutan Kelas IIB Rantau, program pembinaan kemandirian diharapkan semakin berkembang dan mampu memberikan dampak nyata bagi proses reintegrasi sosial warga binaan. Selain meningkatkan keterampilan, program ini juga menjadi bagian dari upaya membangun optimisme dan kesiapan warga binaan untuk kembali berperan produktif di tengah masyarakat. (Esha/NA/AS)