Bogor, Ditjen Diksi PKPLK – Komitmen pemerintah dalam mempercepat peningkatan mutu layanan pendidikan terus diwujudkan melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2025. Program yang menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto ini diarahkan untuk memperkuat sarana dan prasarana pendidikan di seluruh Indonesia, termasuk pada satuan pendidikan nonformal.
Sebagai pelaksana kebijakan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan revitalisasi tidak hanya menyasar sekolah formal, tetapi juga lembaga pendidikan nonformal yang berperan strategis dalam memperluas akses dan meningkatkan kualitas pembelajaran bagi masyarakat. Salah satu penerima manfaat program ini adalah Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Bogor. Di SKB tersebut program revitalisasi menyasar pembangunan satu unit ruang kelas baru, satu unit ruang keterampilan barista, serta rehabilitasi lima ruang kelas.


Kepala SKB Kabupaten Bogor, Syarifah Irjani, menyampaikan bahwa revitalisasi menjadi momentum penting bagi penguatan peran pendidikan nonformal di daerah. Menurutnya, peningkatan infrastruktur berdampak langsung pada mutu layanan program kesetaraan dan keterampilan yang selama ini menjadi tumpuan masyarakat.
“Revitalisasi ini memiliki peran besar dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan nonformal bagi masyarakat Kabupaten Bogor,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Rusliandy, menegaskan bahwa dukungan pemerintah pusat melalui revitalisasi menjadi bukti nyata keberpihakan terhadap penguatan layanan pendidikan di daerah.
“Alhamdulillah, program revitalisasi sudah dapat dimanfaatkan. Ini sangat membantu peningkatan layanan pembelajaran di SKB Kabupaten Bogor,” ungkapnya.
Secara nasional, Revitalisasi Satuan Pendidikan nonformal memiliki arti strategis dalam mendukung agenda pemerataan akses pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. SKB sebagai satuan pendidikan nonformal pemerintah daerah memiliki fungsi penting dalam menjangkau masyarakat yang tidak terlayani pendidikan formal, termasuk peserta didik program kesetaraan Paket A, B, dan C serta berbagai pelatihan keterampilan berbasis kebutuhan dunia kerja.


Kehadiran ruang keterampilan barista di SKB Kabupaten Bogor, mencerminkan penguatan pendidikan vokasional yang selaras dengan kebutuhan industri dan kewirausahaan. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan Kemendikdasmen yang menekankan relevansi pendidikan dengan dunia kerja dan penguatan kompetensi abad ke-21.
Revitalisasi ini sekaligus menegaskan bahwa transformasi pendidikan nasional tidak hanya berfokus pada kurikulum dan tata kelola, tetapi juga pada penyediaan infrastruktur yang mendukung pembelajaran bermutu. Lingkungan belajar yang representatif diyakini menjadi fondasi penting dalam meningkatkan partisipasi, motivasi, dan hasil belajar warga.
“Terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Kemendikdasmen, Ditjen Diksi PKPLK, dan Direktorat PNFI. Semoga program ini terus berlanjut ke depannya,” kata Syarifah sembari meyakini program ini akan mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. (Esha/NA/AS)