PKBM Generasi Juara Paparkan Handout Model dalam Konferensi Internasional PECERA 2026
Singapura, Ditjen Dikmen Diksus – Praktik baik pendidikan anak usia dini yang dikembangkan PKBM Generasi Juara mendapat pengakuan di forum ilmiah internasional. Lembaga pendidikan nonformal tersebut tampil sebagai pemakalah dalam Pacific Early Childhood Education Research Association (PECERA) Annual Conference 2026, yang diselenggarakan pada 10–12 Juli 2026 di Singapore University of Social Sciences (SUSS), Singapura.
Mengusung tema Early Childhood Care and Education in a Complex World: Supporting Agency, Diversity and Inclusion, konferensi tahunan PECERA menjadi salah satu forum ilmiah bergengsi di kawasan Asia Pasifik yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan untuk berbagi hasil riset serta inovasi dalam pendidikan anak usia dini. Tema tersebut menyoroti pentingnya membangun layanan pendidikan yang mampu memberdayakan anak sebagai individu yang aktif (agency), menghargai keberagaman (diversity), serta mewujudkan pendidikan yang inklusif (inclusion) di tengah dinamika dunia yang semakin kompleks.
Dalam forum tersebut, PKBM Generasi Juara mempresentasikan hasil penelitian berjudul “Building School–Family Partnerships Through Parenting Programs: A Case Study of the Handout Model at PAUD Generasi Juara”. Penelitian ini mengangkat praktik kemitraan antara sekolah dan keluarga melalui program parenting yang dikembangkan di PAUD Generasi Juara sebagai upaya memperkuat keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan anak usia dini.

Kepala PKBM Generasi Juara, Faadillah Mursid Alansori, mengatakan bahwa keikutsertaan dalam PECERA 2026 merupakan wujud komitmen lembaga untuk terus mengembangkan pendidikan berbasis riset sekaligus membawa praktik baik pendidikan nonformal Indonesia ke panggung internasional.
"Bagi kami, forum ini bukan sekadar kesempatan mempresentasikan hasil penelitian, tetapi juga ruang untuk menunjukkan bahwa inovasi yang lahir dari satuan pendidikan nonformal di Indonesia memiliki kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat internasional. Kami ingin praktik baik yang berkembang di PKBM dapat menjadi bagian dari percakapan global mengenai pendidikan anak usia dini," ujar Faadillah.
Penelitian tersebut dilatarbelakangi oleh keyakinan bahwa keberhasilan pendidikan anak usia dini tidak hanya ditentukan oleh proses belajar di sekolah, tetapi juga oleh kualitas keterlibatan keluarga. Karena itu, PKBM Generasi Juara mengembangkan Handout Model, yaitu pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan program parenting dengan penyediaan panduan pembelajaran yang sistematis bagi orang tua.
Melalui handout tersebut, orang tua memperoleh informasi mengenai tujuan pembelajaran, aktivitas yang dilakukan anak di sekolah, media yang digunakan, serta berbagai bentuk stimulasi yang dapat dilanjutkan di rumah sesuai dengan tahap perkembangan anak. Pendekatan ini mendorong orang tua tidak hanya mendampingi proses belajar, tetapi juga menjadi mitra aktif sekolah dalam membangun pengalaman belajar yang berkesinambungan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Handout Model mampu memperkuat komunikasi antara guru dan orang tua, meningkatkan partisipasi keluarga dalam proses pembelajaran, serta menciptakan kesinambungan stimulasi perkembangan anak di rumah dan di sekolah. Selain mendukung perkembangan aspek kognitif, bahasa, motorik, sosial, dan emosional anak, model tersebut juga mempererat hubungan emosional antara orang tua dan anak melalui aktivitas belajar bersama.
Menurut Faadillah, capaian tersebut menunjukkan bahwa inovasi pendidikan tidak selalu lahir dari institusi besar, melainkan dapat berkembang dari praktik-praktik yang tumbuh di satuan pendidikan berbasis masyarakat.

"Harapan kami, hasil penelitian ini tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi dapat menjadi inspirasi bagi PAUD, PKBM, maupun satuan pendidikan lainnya untuk membangun kemitraan yang lebih kuat dengan keluarga. Pendidikan anak usia dini akan jauh lebih bermakna ketika sekolah dan orang tua berjalan bersama dalam mendampingi tumbuh kembang anak," katanya.
Keikutsertaan PKBM Generasi Juara dalam PECERA 2026 sekaligus menegaskan bahwa satuan pendidikan nonformal tidak hanya berperan sebagai penyelenggara layanan pendidikan, tetapi juga mampu menghasilkan penelitian berbasis praktik (practice-based research) yang relevan bagi pengembangan ilmu pendidikan. Pengalaman yang lahir dari kebutuhan masyarakat dapat menjadi sumber inovasi sekaligus memberikan kontribusi terhadap diskursus akademik di tingkat nasional maupun internasional. (Esha/NA/AS)